Hosting Unlimited Indonesia

Friday, 1 May 2020

Mengenal Jenis-jenis Perusahaan Manufaktur

Salam hangat dari kami, CaBaca Trends. Pada artikel ini kami akan membahas tentang Jenis-jenis Perusahaan Manufaktur.


Pada umumnya anak ekonomi pasti tahu tentang perusahaan manufaktur itu tapi yang belum, mari simak dengan jelas artikel berikut ini.

Penjelasan Dan Sejarah Perusahaan Manufaktur

Perusahaan Manufaktur merupakan suatu cabang industri yang berfokus pada pengaplikasian mesin, peralatan dan tenaga kerja atau suatu medium proses untuk mengubah suatu bahan mentah menjadi barang yang bernilai jual.

Pada umumnya istilah ini dapat digunakan dalam kehidupan manusia yaitu dari kerajinan tangan sampai ke produksi dengan teknologi tinggi. Namun, tetap saja istilah ini lebih sering digunakan untuk dunia industri yang dimana bahan mentah diubah menjadi barang siap jual dalam jumlah besar.

Manufaktur ada didalam segala bidang sistem ekonomi. Pada ekonomi pasar bebas manufakturing biasanya selalu berarti produksi barang secara massal untuk dijual ke pelanggan dengan hasil mendapat keuntungan.

Kemudian sejarah dan perkembangan perusahaan manufaktur, berasal dari bahasa latin manus factus yang berarti dibuat dengan atau kerajinan tangan. Istilah ini muncul pertama kali pada tahun 1576 dan manufacturing pada tahun 1683.

Proses manufaktur yaitu merubah bahan baku menjadi produk dengan nilai jual, maka dari itu proses ini meliputi:
  1. Perancangan
  2. Pemilihan material
  3. Pembuatan
Namun pada hal yang lebih modern, manufaktur melibatkan pembuatan produk dari bahan baku melalui bermacam-macam proses, mesin dan operasi, mengikuti perencanaan yang terorganisasi dengan baik untuk setiap aktivitas yang di perlukan.

Pada penjelasan ini, manufaktur pada umumnya adalah suatu proses aktivitas yang kompleks dan detail dalam melibatkan berbagai macam sumber daya dan aktivitas:
  1. Perancangan produk, pembelian dan pemasaran
  2. Mesin dan perkakas, manufacturing, dan penjualan
  3. Perancangan proses, production control dan pengiriman
  4. Material, support service dan costumer service
Dengan adanya hal tersebut maka telah melahirkan suatu disiplin ilmu tentang teknik manufaktur.

Meskipun teknik manufaktur pada berbagai perguruan tinggi memiliki ciri khas masing-masing namun selalu ada bagian yang sama pada setiap tekniknya.

Keilmuan teknik manufaktur selalu berbasis kepada aktivitas pembuatan produk manufaktur yang melibatkan berbagai aktivitas dan sumber daya, seperti yang telah di paparkan diatas.

Jika dicermati seksama, bidang ilmu teknik manufaktur sesungguhnya merupakan gabungan yang saling menguatkan dari kelas teknik dan kelas industri.

Kelas teknik mengadopsi ilmu yang terkait dengan perancangan produk dan proses pembuatan. Sedangkan, kelas industri mengadopsi ilmu yang terkait dengan pengelolaan sistem industri manufaktur.

Seperti yang telah dipaparkan pada artikel ini teknik manufaktur berhubungan dengan produk-produk manufaktur.

Sebagai contohnya, arloji, kursi, pensil, kalkulator, hanndphone dan lain-lainnya. Mesin pesawat terbang - 1939, ballpoint - 1938, panggangan roti - 1926, mesin cuci - 1910, AC - 1928, lemari es - 1931, mesin fotocopy - 1949. Semua komponen tersebut dibuat melalui berbagai proses yang disebut manufacturing. Bahkan produk yang mampu membuat produk lainnya masih dalam lingkup manufacturing.

Dengan demikian Anda bisa membayangkan luasnya area industri manufaktur, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling canggih.

Bagi kebanyakan negara industri hal ini merupakan tulang punggung perekonomian, sebagai aktivitas industri manufaktur menyumbang 20-30% nilai dari produk dan jasa yang dihasilkan pada suatu negara.

Maka dari itu, kenyataan ini telah membuktikan bahwa peluang lulusan teknik/industri masih terbentang luas untuk masa depan yang sukses.

Jenis Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur merupakan komponen terbesar dari pembentukan ekonomi modern sekarang ini.

Konsep manufaktur terletak pada gagasan mengubah bahan baku organik atau anorganik menjadi produk yang digunakan oleh masyarakat.

Biro statistik tenaga kerja Amerika mengklasifikasikan manufaktur menjadi ratusan subfield dan sub-subbidang.

Namun, daftar berikut ini akan menyederhanakan ke dalam enam sektor umum.
  • Pakaian Dan Tekstil
Berbasis di sekitar pengelolaan wol mentah untuk membuat kain, serta merajut dan menjahit untuk membuat pakaian. Industri ini mencakup semua yang terlibat dengan kain dan mencakup semua penggunaan produk wol dan baku lainnya untuk membuat seperti handuk atau selimut.
  • Minyak, Kimia dan Plastik
Sektor ini terlibat dalam mengganti oli bahan kimia, batu bara dan minyak mentah menjadi produk yang dapat digunakan. Bagian dari sektor ini meliputi pembuatan sabun, resin, cat dan pestisida. Hal ini juga mencakup pembuatan obat-obatan. Karet manufaktur dianggap sebagai bagian dari pekerjaan plastik. Tentu saja, itu juga mencakup penggunaan minyak mentah untuk membuat plastik tertentu, serta bensin dan bahan kimia lainnya.
  • Elektronika, Komputer dan Transportasi
Bidang ini erat terkait, meskipun biasanya mereka diperlakukan sebagai bidang yang berbeda. Banyak produk di bidang ini menggunakan daya listrik, dan semua menggunakan sumber daya.

Bidang ini mencakup semua peralatan dan mikro-prosesor, semi-konduktor dan chip. Ini juga mencakup semua peralatan audio-visual. Sektor transportasi mendefinisikan diri, termasuk semua, kereta api mobil dan pesawat yang tidak jatuh di bawah sektor lain, seperti pekerjaan logam atau manufaktur kimia.
  • Makanan
Pangan, pertanian dan peternakan adalah yang paling sederhana dari semua industri manufaktur. Dimasukkannya pertanian ke manufaktur menunjukkan bagaimana pertanian telah berubah selama bertahun-tahun, lebih meniru sebuah pabrik untuk produksi pangan dari pertanian organik-gaya abad yang lalu. Sektor ini mencakup semua bentuk produksi pangan, dari peternakan ke meja makan, termasuk hal-hal seperti pengalengan dan pemurnian
  • Logam
Seiring berkembangnya minyak dan kimia, logam juga merupakan bagian dari apa yang sering disebut 'Industri Berat" sementara sisanya kadang-kadang disebut "Industri Ringan" atau "Berorientasi Konsumen Industri" Logam mencakup semua besi, manufaktur aluminium dan baja, serta keterampilan penempaan, pelapisan ukiran, dan stamping.
  • Kayu, Kulit dan Kertas
Produk-produk ini semua agak sederhana untuk mendefinisikan dan memahaminya.

Kayu mencakup semua bentuk lantai manufaktur atau perumahan, serta menggergaji dan laminating.

Kulit mencakup semua penyamaan dan menyembuhkan (sementara penciptaan pakaian kulit berada di bawah tekstil).

Proses kertas dilambangkan oleh pembersihan dari pulp kayu mentah menjadi produk kertas dari berbagai jenis.

Karakteristik Perusahaan Manufaktur

Karakteristik perusahaan manufaktur memiliki sifat yang berbeda dengan jenis perusahaan jasa. Konsep perbedaan karakter ini menjadi salah satu hal yang menyebabkan perbedaan strategi, kedua jenis perusahaan ini memiliki perbedaan.

Salah satu strategi yang menimbang masalah karakteristik perusahaan manufaktur ini terkait dengan penetapan konsep 4P dalam pemasaran mereka. Yaitu meliputi Product, Price, Place dan Promotion.

Sebuah perusahaan manufaktur harus mempertimbangkan produk apa yang akan mereka ciptakan serta menentukan harga jual pada produk tersebut.

Jika antara produk dan harga sudah terselesaikan, hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah tentang Place, yaitu dimana produk tersebut hendak dipasarkan.

Agar supaya bisa meraih konsumen dalam proses pemasaran produk tersebut, perusahaan harus bisa menciptakan komunikasi pemasaran dalam rangka pelaksanaan proses promosi.

Hal ini demi memperkenalkan masyarakat tentang sebuah produk dan juga nilai penting produk tersebut bagi masyarakat. Selain itu, masyarakat juga akan diedukasi dimana bisa mendapatkan produk yang dipasarkan tersebut.

Sebagai perusahaan yang memproduksi barang, maka karakteristik perusahaan manufaktur lebih bersifat menyeluruh.

Sebab, hal ini terkait dengan sistem yang dijalankan perusahaan tersebut. Untuk jenis perusahaan jasa, tidak melewati masa produksi barang.

Mereka hanya bersifat sebagai perantara antara penyedia kebutuhan dan pengguna saja.

Beberapa karakteristik perusahaan manufaktur menurut teori adalah sebagai berikut: 
  1. Produk yang dihasilkan bisa dilihat secara kasat mata atau memiliki wujud. Sementara pada perusahaan jasa, produk yang mereka hasilkan yakni jasa yang hanya bisa dinikmati hasilnya.
  2. Konsumen tidak memiliki peran dalam proses produksi sebuah perusahaan manufaktur. Dalam karakteristik perusahaan manufaktur ini, konsumen hanya akan menikmati hasil produksi saja.
  3. Konsumen bisa menilai suatu produk saat belum menggunakan produk tersebut atau juga setelah menggunakan produk tersebut. Sedangkan pada perusahaan jasa, seorang konsumen harus mengkonsumsi layanan jasa untuk bisa memberikan penilaian atas produk yang dihasilkan perusahaan jasa.
  4. Untuk proses penyampaian pada konsumen, bisa dilakukan tanpa memerlukan kontak fisik. Salah satunya melalui jasa distributor atau memanfaatkan sistem pemasaran modern menggunakan internet.
  5. Adanya ketergantungan konsumen untuk mencari produk yang ada. Sehingga, produsen memiliki kewenangan mutlak untuk menyediakan jumlah barang di pasaran. Hal ini berdampak pada harga jual sebuah produk. Karena makin sedikit barang yang tersedia, makin tinggi harga produk tersebut jika permintaan tidak berkurang.
Namun, berdasarkan perusahaan dagang, dalam perusahaan manufaktur biasanya terdiri dari tiga macam, yakni:
  • Persediaan bahan baku (raw materials inventory)
  • Persediaan barang dalam proses (work in process inventory)
  • Persediaan barang jadi (finished goods inventory)
Kemudian, biaya manufaktur (Manufacturing Cost)

Biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan manufaktur selama suatu periode disebut biaya manufaktur (manufacturing cost), atau lebih dikenal dengan biaya pabrik.

Biaya ini digunakan untuk menyelesaikan barang yang masih sebagian selesai di awal periode, barang-barang yang dimasukkan dalam proses produksi periode itu dan barang-barang yang baru dapat diselesaikan sebagian di akhir periode.

Pada dasarnya biaya pabrik dapat dikelompokkan menjadi:
  1. Biaya bahan baku (raw materials cost) yaitu biaya untuk bahan-bahan yang dapat dengan mudah dan langsung diidentifikasikan dengan barang jadi.
  2. Biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost) adalah biaya untuk tenaga kerja yang menangani secara langsung proses produksi atau yang dapat diidentifikasikan langsung dengan barang jadi.
  3. Biaya overhead pabrik (overhead cost) adalah biaya-biaya pabrik selain bahan baku dan tenaga kerja langsung. Biaya ini tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan.

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Laporan keuangan perusahaan manufaktur tidak jauh berbeda dengan laporan keuangan perusahaan pada umumnya.

Perbedaan yang paling terlihat hanyalah terdapat dalam rekening-rekeningnya saja.

Perbedaan rekening tersebut terutama karena perusahaan manufaktur melakukan proses pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi. Sedangkan perusahaan dagang tidaklah demikian.

Laporan keuangan biasanya dibuat minimal satu tahun sekali di akhir periode akuntansi.

Laporan keuangan itu sendiri terdiri dari tiga laporan, yaitu neraca atau balance sheet, laporan laba rugi, dan laporan modal atau laporan perubahan posisi keuangan.

Di dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur, neraca dan laporan laba rugi lebih digunakan untuk kepentingan manajemen perusahaan.

Sementara laporan posisi keuangan digunakan oleh pemilik perusahaan manufaktur atau para pemegang saham.

Kemudian, pihak yang berkepentingan membutuhkan informasi dalam laporan keuangan diantaranya adalah investor yang menanamkan modalnya, investor potensial yang diharapan akan menanamkan modalnya, pemasok, karyawan atau pegawai, pemberi pinjaman dari bank maupun dari non-bank, konsumen, pemerintah, dan masyarakat umum.

Pihak-pihak yang berkepentingan pada laporan keuangan mempunyai kebutuhan informasi yang berbeda.

Jadi, di samping penyusunan laporan keuangan yang standar, biasanya disertakan pula beberapa informasi yang diminta khusus oleh pemakai tertentu.

Kemudian, keterbatasan laporan keuangan. Meskipun laporan keuangan dapat menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan, namun tidak sepenuhnya laporan keuangan tersebut dapat dijadikan landasan dalam mengambil keputusan manajemen.

Pada laporan keuangan perusahaan manufaktur, biasanya perusahaan manufaktur menyimpan modal yang cukup banyak, sehingga kekeliruan dalam mengambil keputusan tentu memberikan dampak yang tidak sepele. Berikut adalah beberapa keterbatasan laporan keuangan:
  • Laporan keuangan hanya menyediakan data kuantitatif. Dengan kata lain, laporan keuangan mengabaikan beberapa data kualitatif yang mungkin sangat berarti untuk dijadikan bahan pertimbangan. Misalnya tingkat kesetiaan konsumen pada produk, kesan produk di mata pelanggan, kemampuan karyawan atau pegawai yang handal serta profesional, dan lain sebagainya.
  • Laporan keuangan berisi istilah-istilah yang bersifat teknis dan beberapa istilah teknis tersebut lebih sering ditemukan dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur. Setiap pembaca, apapun latar belakangnya, akan dipaksa untuk memahami istilah teknis yang tercantum dalam laporan keuangan atau mereka tidak akan memahami isi laporan keuangan yang disodorkan padanya sama sekali.
  • Adanya beberapa variasi metode perhitungan. Hal ini dapat memberikan kesalahpahaman antara akuntan yang menyusun laporan keuangan dan pemakai laporan keuangan. Beberapa variasi metode perhitungan tersebut setidaknya muncul pada metode perhitungan penyusutan aktiva tetap, perhitungan laba rugi perusahaan, dan penilaian persediaan (bahan baku, bahan dalam proses, maupun bahan jadi)
  • Laporan keuangan mengacu pada data-data historis yang telah terjadi di masa lampau Hal ini menyebabkan laporan keuangan tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya sumber rujukan informasi dalam memutuskan suatu kebijakan. Karena di sisi lain, dalam memutuskan suatu kebijakan, haruslah dipertimbangkan pula proyeksi atau kecenderungan atau peramalan terhadap beberapa kondisi di masa mendatang. Sebagai contoh, laporan keuangan perusahaan manufaktur menunjukkan bahwa produknya memberikan laba yang besar di tiap tahunnya. Perusahaan manufaktur tersebut tidak boleh lantas memutuskan untuk meningkatkan produksi sebanyak-banyaknya begitu saja.
Sebelumnya, ia harus mempertimbangkan apakah di masa depan akan muncul produk baru yang lebih inovatif yang dapat menggeser turun penjualannya, atau apakah akan ada kebijakan pemerintah yang berpotensi untuk membatasi pemasarannya atau mungkinkah pesaing akan melakukan strategi penjualan yang bisa memukul mundur perusahaan dan masih banyak lagi bahan pertimbangan lainnya.

Laporan keuangan perusahaan manufaktur berisi beberapa angka taksiran atau perkiraan angka-angka taksiran ini nampak betul dalam penyusutan aktiva tetap, yaitu tanah, bangunan, peralatan kantor, mesin, kendaraan, dan aktiva lain yang digunakan dalam operasi perusahaan.

Angka-angka yang ditaksir dalam perhitungan penyusutan metode garis lurus adalah angka-angka residu dan umur manfaat aktiva yang disusutkan.

Inilah artikel tentang mengenal jenis-jenis perusahaan manufaktur, yang bisa Anda jadikan bahan untuk makalah kuliah Anda.

Jika Anda menyukai artikel ini silahkan Anda bagikan ke sosial media dan jika Anda memiliki tanggapan tentang artikel ini silahkan kirim di kolom komentar.

Salam hangat dari kami, sekian dan terima kasih.

Add Comments


EmoticonEmoticon